Showing posts with label bom solo. Show all posts
Showing posts with label bom solo. Show all posts

Bomber Solo DI Makamkan



Jenazah pelaku bom bunuh diri yang mengebom Gereja di Kepunton Solo yang berada di RS. Soekanto Polri telah selesai diidentifikasi polisi akan diserahkan ke keluarga Hayat, tapi keluarga Hayat menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara untuk mengurus administrasi pengambilan serta pemakaman mayat bomber Solo. Nurlan pengacara keluarga Hayat mengatakan keluarga, Hayat tidak dapat berkonsentrasi akibat melihat jasadnya di RS. Soekanto Polri.
Jenazah pelaku bom Solo, Pino Damayanto alias Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon (TPU), Rawamangun, blok A1, blat 18, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (27/09/2011). Jenazah hayat diturunkan keliang kubur sekitar pukul 15.45 WIB
Prosesi penguburan Pino hanya didampingi oleh dua orang saudara kandungnya, yang menolak untuk berkomentar. Pino dimakamkan di depan makam sahabat baiknya, yakni Muhamad Syarif, pelaku peledakan bom di Mapolsek Cirebon, dimana Pino sempat mengantarkan Syarif ke lokasi peledakan. Sedangkan ibu Hayat tidak turun dari mobil.
Pada nisan Hayat yang terbuat dari kayu tertera nama Pino Damayanto yang merupakan nama Hayat dalam akte kelahiran, kemudian pada bagian bawah nisan tertera tanggal lahir dan kematian Hayat. “19 Oktober 1980-25 September 2011”

Hayat Bomber Solo



Siapakah orang nekat yang menjadi bomber di depan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, masih teka teki. Namun dugaan mengarah pada Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat, yang namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus teror bom di masjid Mapolresta Cirebon.

Hayat berasal dari Cirebon. Dia orangnya pendiam tetapi pandai saat di sekolah, dan menurut tetangganya Hayat jarang bergaul, dia selalu pergi pagi pulang malam, dia memiliki dan seorang anak yang masih bayi dan pernah tinggal di rumah mertuanya di Desa Plumbon, RT 19/RW07, Kelurahan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Jenazah yang diduga Hayat sekarang berada di Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur untuk keperluan otopsi dan mencocokkan Dna dengan Dna keluarga. Menurut informasi Polisi sudah menjemput keluarga dan adik Hayat.

Bahwa hayat masuk DPO sudah diketahui warga. "Mertuanya mengakui kalau Hayat masuk DPO sejak kasus bom bunuh diri di Masjid di Mapolresta Cirebon Kota beberapa bulan lalu. Sejak saat itu, dia tidak pernah datang ke rumah mertuanya lagi," kata dia.